12/16/2008

Pantai ParangTritis

Paris itulah nama keren dr pantai ini mirip dg nama kota diprancis ,tapi paris yang ini,loe gak akan pernah ngeliat menara Eiffel yang terkenal itu, yang sering loe liat diacara2 Tipi ,bagi yang punya Tipi….

Perjalanan gw mulai dg motor kesanyangan gw ,yang baru aja gw cuci darah dg oli PrimaXp …

Gw meluncur dijalan paris dg lipstick putih yang slalu mewarnai bibir jalan yang disebut marka ,ntah akan sampai mana berakhirnya garis putih itu…

Dalam perjalanan gw bertemu dg sebuah jembatan yang agak panjang yang dibawahnya mengalir sungai opak dg air yang tenang dan dihiasi oleh alang-alang yang tumbuh sesuka hati mereka ,tampak juga anak2 terlihat bugil sedang asik mandi dg teman sebayanya ..

Berkilo-kilo gw habiskan jalan paris ini , hingga saatnya gw dihadang oleh petugas TPR pantai parang tristis….

Karena gw orang yang tertib dan taat aturan ,maka gw bayar dg tertib juga walopun dg sedikit tawar menawar harga pas tancap gas.. he he ( kayak lagunya Mas iwan fals )

Perjalanan masih dilanjutkan beberapa kilo lagi ,hingga akhirnya gw berlabuh juga ditempat parker …

Camera punya teman yang telah gw boking tadi malem dh dalam genggaman , sambil berjalan diatas pasir yang tak berdaya dihempas angin besar sepanjang tahun…

Berjalan sambil memandang hamparan kepala manusia yang semuanya menghadap keselatan ,seolah-olah ada pertunjukan yang menarik seperti sirkus atau pertandingan sepak bola ,padahal hanyalah air yang bergulung –gulung membentuk ombak dan akhirnya habis juga …

Bentuk pantai yang landai membuat banyak anak muda seperti gw yang berrenang sampai ketengah ,menantang sang ombak yang bisa mencabut nyawa siapapun yang ada didalamnya ,walopun akhirnya sampe rumah gw masuk angin juga …

Disebelah timur terdapat bukit yang memanjang dari utara hingga keselatan sampai menjorok kelaut…. . itulah yang membuat daya tarik kedua ribuan kepala tadi selain menghadap keselatan….

Apabila menghadap kebarat yang tampak hanyalah hamparan kepala manusia dg dihiasi kepala kuda yang sedang menyeret penumpangnya…

Langitpun tak mau kalah dg ratusan layang –layang yang berlalu lalang bersaing dg parasut milik anak-anak berstatus TK nol besar…

Asap jagung bakar dan asap sate ayam bercampur aduk seolah-olah tak ingin kalah dalam dominasinya membuat polusi udara dipantai…

Kuningnya kotoran kuda yang telah larut oleh air laut dan coklatnya batok kelapa yang tlah terjemur sejak tadi pagi membuat ramainya warna-warni pasir yang tak berdaya ini…

Tibalah saatnya yang ditunggu-tunggu oleh ribuan kepala tadi untuk beralih menghadap kebarat,menyaksikan sang surya yang perlahan-lahan bergegas merapikan cahayanya yang akan dibawa kebelahan bumi lainya …

Sesi trakhir sebelum gw pulang adalah berfoto dg latar belakang langit berwarna oranye dan pasir yang menyala memantulkan cahaya matahari ,Tampak menjadi hening dg udara yang sepoi2 sedikit dapat mengeringkan baju yang kuyub + bau asin ala paris

Pakean gw juga jadi berat karena banyak pasir yang tanpa ijin masuk kebaju dan celana gw dan suasana dingin yang sudah menembus tubuh yang memaksa gw untuk segera pulang . . .


0 komentar:

Poskan Komentar