Tak ada rencana matang buat berburu salak di Turi,hanya sedikit sms’an semalaman sampe pulsa makin sekarat sudah cukup buat mengumpulkan anak buah untuk berburu salak pondoh esok pagi.
Hari minggu ketika matahari sudah mulai beranjak keatas namun belum tepat diatas kepala gw yg sedikit diselimuti awan mendung yang membuat rasa ragu2 gw muncul ,akankah terjadi hujan siang nanti, namun setelah ditunggu-tunggu ternyata awan mendung pergi juga krn tiupan angin. Akhirnya berempat gw berangkat juga sebelum matahari berada tepat diatas kepala gw ,dengan berbekal mantel saja sudah cukup pabila diserang hujan dlm perjalanan.
Gw langsung cabut dari tempat kumpul dirumah si kicruh salah satu temen gw dengan melewati jamal alias jln.magelang inilah jalur yang gw pake, walaupun semakin siang makin semrawut saja jalan ini. Ukuran badan jalan memang lebar tapi tetap saja harus hati2 karena justru jalan yang lebar ini sering kali dipake para pengguna jalan (termasuk gw) untuk kebut-kebutan karena dikejar oleh sang waktu yang tak pernah mau kompromi ,apalagi yang lewat adalah bus
Kurang lebih pada kilometer 11’an gw belok kekanan alias ketimur ,saat masuk perkampungan ini sebenarnya sudah tampak dikanan-kiri jalan tumbuh menjamur pohon salak yang tumbuh sesuka hati dipinggir jalan walaupun tak ada seseorang yang menanamnya ,namun belum saatnya gw sampe ditempat tujuan karena jalan yang gw lewati masih belak-balok sampe gw gak tau arah mata angin pd waktu itu ,karena gw hanya ngebuntuti si navigator gw yang pake motor warna biru dr belakang .
Suasana di jalan yang sejuk dg sedikit awan mendung yang melindungi kulit gw dr sengatan panas matahari yang sedang bersahabat dg gw kali ini dan aspal yang halus membuat semakin nyaman saja saat duduk diatas jok motor dg kecepatan rata2 60 km/jam, hingga tak terasa tibalah juga gw ditempat tujuan ,dr kejauhan sudah tercium aroma wangi salak pondoh yang lebih tajam dari parfum para cewek2 yang biasa gw temui setiap hari.
Terlihat juga dipinggir jalan ibu2 yang menjajakan salak hasil panenannya yang sedang melimpah musim ini,beruntung saat gw bertandang kesana passs lagi panen salak jadi gak perlu pikir panjang buat merogoh uang dlm dompet ,apalagi dompet gw yang selalu tipis karena uang gak pernah betah berlama-lama didalam dompet . dengan wajah yang terlihat letih dan sedikit bingung karena perjalanan yg bikin pinggang pegel dan cacing perut yang meronta-ronta minta makan krn tadi pagi belum sempat sarapan sesendokpun, akhirnya gw berempat istirahat sejenak sambil membahas apa yang akan dilakukan selanjutnya .
15 menit berselang akhirnya hasil rapat diumumkan juga setelah mencari suara terbanyak bahwa semua sepakat membeli salak diluar agrowisata. Dengan sedikit tawar menawar harga dg si ibu penjual salak akhirnya menyerah juga si ibu itu ,dengan uang 20 Ribu saja gw dapet 6 Kg salak untuk berempat, setelah transaksi jual beli selesai gw lanjutkan membeli tiket masuk,kali ini tanpa tawar-menawar harga dg si penjaga loket .
Salak 2 Kg gw jadikan bekal saat jalan2 didalam agrowisata sedangkan 4 Kg buat oleh2 keluarga masing2 drumah. Didalam agrowsata banyak kebun salak yang katanya mempunyai 17 jenis salak ,ntah salak merek apa saja yang ditanam yang jelas salah satunya yang sedang gw makan ini. Untuk mencicipi salak yang bermacam-macam tadi butuh pemandu buat masuk kesana dan tentunya butuh biaya tambahan buat nyewa si pemandu itu, kurang lebih 10 Ribu biaya yang harus dikeluarkan dr dompet .
Kalau dipikir2 memang tepat jg hasil analisis temn2 gw tadi untuk membeli salak diluar, krn uang 10 Ribu saja kalau dijadikan salak sudah dapat 3 Kg’an lebih sdikit. Memang temn2 gw sangat jeli kalau dihadapkan pada masalah pengeluaran uang seperti ini ,kadang2 juga sehabis jalan2 selalu saja ada yang ngitung2 duit yang habis buat foya2,siapa lagi kalau bukan si agoes yang kadang2 terlihat terdiam merenung krn dlm otaknya sedang bekerja bagaikan kalkulator ,maklum saja masih jadi mahasiswa pengangguran :D.
Didalam gw hanya jalan2 saja mengelilingi kebun2 salak yang hampir dewasa dengan langkah yang sedikit malas krn keasyikan ngemil salak sambil memandang wisatawan lain yang juga jalan2 ,barang kali ada cewek manis semanis salah pondoh yang gw kunyah saat ini.
Swasana dsana terasa segar dengan udara yang bersih karena jauh dr jalan raya yang sudah penuh sesak dg polusi udara yang tak terkendalikan lagi.
Selain tanaman salak masih ada tanaman lain yang dibudidayakan dsana, seperti tanaman apotik hidup contohnya jahe,kunir , dan kawan2nya yang tak terasa telah gw injak2 krn keasyikan ngobrol dan ngemil salak . saking asyiknya ngobrol dan ngemil salak ,bekal 2 Kg salak yang gw beli diluar tadi disikat habis berempat tanpa sisa ,hanya meninggalkan bijinya saja yang tak ada yang berminat menghabisinya .
Mungkin krn suasana yang dingin itu yang membuat mulut ingin selalu mengunyah apa saja yang bisa dimakan ,bahkan tanganpun ikut bereaksi setelah melihat sesuatu yang menonjol didekat tempat gw berjalan2 yang seolah-olah merayu gw untuk segera menghampirinya dengan aromanya yang khas . tanpa ragu2 dan tanpa bimbang dirabalah ia dan ditariklah sesuatu yang menonjol itu dengan penuh perasaan.
Seperti inilah contoh orang2 yang suka dengan sesuatu yang menonjol itu, jangan pernah meniru adegan ini ditempat yang rame ,cobalah ditempat yang sepi mungkin lebih aman bagi keselamatan jiwa anda hehehe…
Dengan susah payah dan penuh kesabaran akhirnya berhasil juga walaupun tangan sedikit sobek2 seperti ditusuk2 jarum jahit ,namun ada kenikmatan tersendiri kata temn gw dr hasil jerih payah yang membutuhkan pengorbanan tadi .
Diantara kebun2 itu terdapat kolam ikan ditengah yang cukup luas ukurannya, kurang lebih seluas lapangan sepak bola orang dewasa, didekat kolam itu sebenarnya sudah terdapat peringatan dilarang mancing tapi tetap saja ada orang illegal yang nekat mancing dg santainya seperti dipemancingan umum.
Setelah jalan2 yang melelahkan ini ,akhirnya gw istirahat ditaman yang terlihat rapi dan bersih krn dirawat tiap pagi seperti kamar tempat tidur gw sehari-hari . dengan berbagai macam bunga yang ditanam dsana ntah bunga apa yang ditanam gw kurang hafal satu persatu namanya, yang selalu mendatangkan kawanan lebah dan kupu2 yang berebut ingin memiliki keindahannya .
Gw istirahat disebuah rumah kecil bertingkat yang kurang lebih seukuran kamar kost2an ,sambil duduk diatas pagar yang terbuat dr semen, gw melihat sepasang muda-mudi yang tengah bercumbu yang terlihat PD (percaya diri) saja walaupun gw ada dihadapannya sedang asyik berfoto2 .
Dari atas rumah bertingkat ini terlihat hamparan pohon salak yang tumbuh subur ntah berapa hektar luasnya yang jelas mata gw sudah tak mampu menjangkau pandangan yang lebih jauh lagi walaupun sudah pake bantuan kacamata.
Tak terasa sang waktulah yang tak pernah mau kompromi ini memaksa gw untuk segera berpaling dari tempat yang serba hijau ini , , ,
Sampai jumpa pada keluyuranku gw selanjutnya…….!!
harus baca selengkapnya... :D











